Wednesday, June 27, 2007

Jalan di Kl

Semalam, Putri baru pulang dari Kuala Lumpur. Putri ke Kuala Lumpur berjalan-jalan bersama keluarga mertua Putri. Putri hanya mengikut saha apabila suami Putri mahukan Ptri bersama-sama rombongan keluarga ke sana, Putri rasa kemahuan suami untuk menikmati suasana kota metropolitan itu harus Putri ikuti. Walaupun pada mulanya Putri enggan ke sana, tetapi atas sebab mahu menjaga hati suami dan kedua ibu-bapa mertua Putri, Putri beralah. Apa salahnya sekali-sekala makan angin. Mungkn menyeronokkan.

Yang penting sekali, bila sampai di KL, Putri dapat berjumpa dengan suami Putri yang dating dari Pulau Pinang.

Perasaan rindu begitu bersemarak untuk berjumpa dengan suami Putri yang telah tidak pulang selama 3 minggu. Suami Putri masih menuntut ilmu. Berjuang namanya. Biarlah, Putri redha, berjauhan dengan suami kerana suami pergi berjuang untuk mencapai yang terbaik dalam hidup kami. Putri kena banyak-banyak bersabar.

Mungkin sahabat-sahabat menyangka sungguh seronok sepanjang di sana. Emmmm.. bagi Putri tiada apa-apa yang menarik di sini. Kami hanya menyewa di Apartment Time Square, di tengah-tengah kota Kuala Lumpur. Pemandangan di sini sudah biasa bagi Putri kerana Putri kan graduan Universiti Malaya, yang berhampiran sahaja dari situ.

Melihat bangunan tinggi-tinggi, perempuan-perempuan ang seksi-seksi, berbaju kain ketak-ketat, lelaki yang berpakaian jeans, mat rock, rambut berwarna-warni, berceracak… semua itu menjadikan pUtri rasa ‘panas’. Tidak sejuk mata. Di hampir kesemua tempat, sudah tiada manusia yang berpakaian menutu aurat dan sopan. Sudah tiada anak dara yang kelihatan malu-malu terserempak dengan lelaki bukan muhrimnya. Semuanya sudah tiada.

Usahlah kalian mengatakan Putri ini kuno..atau ortodoks. Putri pun beljar tinggi juga. Putri tahu siapa yang lebih tertipu. Bukanlah orng merasa mereka itu serba moden boleh menanggalkan maruah sesuka hati atas nama kemodenan. Ramai masyarakat tdak kita belia, remaja, orang tua atau bergelar ibu, wanita, anak dara, muda-mudi seolah-olah sudah tiada pegangan dan prinsip hidup. Jangan hanya dikatakan remaja sahaja yang tidak bermoral

Post a Comment